![]() |
| perumpamaan tentang penabur di Alkitab |
Perumpamaan tentang Penabur adalah satu dari sejumlah kecil pengajaran yang ditulis dalam 3 kitab Injil (Matius, Markus dan Lukas). Bahkan termasuk perumpamaan yang dijelaskan artinya oleh Yesus sendiri kepada murid-muridNya.
Benih yang ditaburkan adalah “firman tentang Kerajaan” (Matius13:19), “firman” (Markus 4:14), atau “firman Allah” (Lukas 8:11)—ajaran-ajaran Guru dan para hamba-Nya.
Empat jenis tanah di mana benih itu jatuh mewakili cara orang menerima dan mengikuti Firman, simbol dari hati kita dan menggambarkan respon kita terhadap Firman Tuhan. Kondisi hati kita bisa berubah makanya Firman Tuhan mengingatkan kita untuk menjaga hati dengan segala kewaspadaan,
jagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu (Amsal 4:23 BIMK)
di atas segala-galanya, hati-hatilah terhadap yang kaupikirkan karena pikiranmu mengendalikan hidupmu (Amsal 4:23 VMD)
menjaga hati adalah tugas kita, bukan tugas Tuhan, karena ketika bertobat, kita sudah diberikan hati yang baru oleh Tuhan
Kamu akan Kuberikan hati yang baru dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat (Yehezkiel 36:26 TB)
Maka kamu Kuberikan hati yang baru dan pikiran yang baru. Hatimu yang sekeras batu itu akan Kuganti dengan hati yang taat (Yehezkiel 36:26 BIMK)
Aku akan menaruh roh yang baru padamu dan mengubah caramu berpikir. Aku mengambil hati yang keras dari tubuhmu dan memberikan hati yang lembut kepadamu (Yehezkiel 36:26 VMD)
DarahNya yang sempurna menyucikan hati nurani kita sepenuhnya, sehingga kita tidak ingin lagi melakukan perbuatan-perbuatan yang menghasilkan kematian rohani. Dengan begitu, kita sungguh-sungguh bebas untuk melayani Allah yang hidup (Ibrani 9:14 TSIE)
DarahNya akan menyucikan hati kita secara sempurna dari semua perbuatan kita yang jahat. Kita disucikan supaya kita dapat beribadat kepada Allah yang hidup (Ibrani 9:14 VMD)
dan setelah itu menjadi tugas kitalah untuk menjaga hati kita supaya tetap selalu menjadi seperti tanah yang subur. Tentunya perlu pertolongan Roh Kudus tapi pada dasarnya kita harus ingat bahwa kita sudah diberi hati yang baru, yang sesuai untuk tempat Firman Tuhan bertumbuh.
Empat jenis tanah di perumpamaan itu menggambarkan kondisi hati kita.
1. tanah di pinggir jalan
namanya juga tanah di pinggir jalan artinya itu bukan tempat seharusnya untuk tanaman bertumbuh. Tanahnya tipis, tidak ada nutrisi, mungkin lebih banyak pasir, debu atau kerikil sehingga mudah sekali dimakan oleh burung-burung. Tidak ada kesempatan untuk benih itu tumbuh.
melambangkan hati yang memang tidak mau mengerti Firman Tuhan, belum siap, tidak peduli atau bisa juga hanya sekedar melakukan disiplin rohani, rutinitas rohani. .
Kekristenan tanpa pemahaman akan menjadi agama yang memberatkan, bukannya kehidupan yang penuh kemenangan. Yesus berkata dalam Yohanes 8:32 , "Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Bukan hanya kebenaran yang memerdekakan; tapi kebenaran yang kita ketahui dan pahami.
Ketidaktahuan adalah pembunuh dalam kehidupan Kristen. Hosea 4:6 berkata, "Umat-Ku binasa karena kurangnya pengetahuan..." Bukan orang berdosa, melainkan umat Allah sendiri yang menderita ketika mereka tidak berusaha keras untuk memperoleh pemahaman yang benar.
Kekristenan bukanlah permainan untung-untungan; itu adalah perjalanan pewahyuan. Setiap area ketidaktahuan berpotensi menjadi area kekalahan. Karena itu, kejarlah pemahaman dengan sengaja dan konsisten. Kehidupan kita akan menjadi semakin berbuah, stabil, dan berkemenangan saat kita berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan yang dalam.
2. tanah yang berbatu-batu
jenis tanah ini tanahnya lebih banyak daripada tanah di pinggir jalan sehingga benih bisa tumbuh tapi ketika matahari terbit, tunas itu layu kemudian kering dan mati karena akarnya tidak masuk cukup dalam. Matahari sesungguhnya sangat penting bagi tumbuhan, dia berpengaruh besar supaya tumbuhan bisa bertumbuh dengan baik. Coba bandingkan tanaman yang terkena sinar matahari langsung dengan tanaman yang tidak terkena sinar matahari langsung. Pasti tanaman yang lebih banyak kena sinar matahari langsung akan jauh lebih subur, besar dan sehat daripada yang tidak terkena sinar matahari langsung. Apalagi untuk jenis tanaman besar dan menghasilkan buah.
tapi kenapa benih di tanah yang berbatu malah mati kena sinar matahari? Karena tidak berakar dengan dalam, jadi kuncinya ada di akar yang dalam. Di perumpamaan ini, Yesus melambangkan matahari sebagai kesusahan atau penderitaan yang kita alami di dunia ini. Bukan berarti semakin banyak penderitaan dan kesusahan hidup maka semakin kita bertumbuh subur. Esensinya bukan di seberapa banyak kita mengalaminya tapi lebih ke bagaimana kita meresponinya. Ayub adalah contoh seorang yang saleh tapi salah dalam meresponi penderitaan hidup.
Baca juga Belajar dari Ayub
Kesusahan dan penderitaan bukan berasal dari Tuhan, tapi karena dunia membenci kita, dunia itu memang tempatnya kesusahan dan penderitaan, kita belum tinggal di Sorga. Hidup sejatinya tidak bisa lepas dari kesusahan dan penderitaan, karena memang dunia ini berada di bawah kuasa si jahat (1 Yohanes 5:19). Sama seperti matahari yang selalu terbit dan di luar kendali kita. Tapi Yesus berkata
Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia (Yohanes 16:33)
Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu, sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daru pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yohanes 4:4)
sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia, iman kita (1 Yohanes 5:4)
ingatlah selalu Firman ini. Dalam kesusahan dan penderitaan kita justru harus semakin berakar dalam Firman sehingga Firman itu tumbuh dan berbuah. Daripada mengeluh apalagi sampai menyalahkan Tuhan karena kita mengalami penderitaan atau penganiayaan, lebih baik mengucap syukur. Mengucap syukur untuk hal-hal yang tidak kelihatan seperti kehadiran dan pertolongan Tuhan setiap saat, meskipun kita sedang tidak merasakannya atau melihatnya. Tuhan tetap bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang tidak layak ini semata-mata karena Dia mengasihi kita.
Tuhan itu sumber segala kebaikan. Kesusahan dan penderitaan bisa menjadi kebaikan bagi kita, seperti matahari baik bagi tanaman, membuat tanaman bertumbuh dan menghasilkan buah asalkan iman kita berakar dalam dan kuat di dalam Tuhan.
3. tanah bersemak duriHendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (Kolose 2:7)
benih yang jatuh di tanah ini tumbuh bersama dengan semak duri sehingga terhambat pertumbuhannya dan bisa terhimpit sampai mati. Semak itu selalu tumbuh meskipun kita nggak menabur benihnya lho. Kalau punya tanaman, harus rajin membersihkan semak atau sering disebut sebagai gulma karena semak itu ikut memakan nutrisi yang ada di tanah ataupun pupuk yang kita berikan, jadi tanaman kita pertumbuhannya terhambat.
Yesus menggambarkan semak itu sebagai kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan, ini timbul dari dalam hati kita, bukan sesuatu yang berasal dari luar seperti kesusahan atau penganiayaan tadi. Sama seperti semak yang harus rutin dicabutin supaya tidak mengganggu tanaman kita, demikian juga kita harus rajin mencabut rasa kuatir dan kecintaan akan hal-hal duniawi dari hati kita.
Yesus berkata "Janganlah kuatir akan hidupmu" (Matius 6:25)
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu (1 Petrus 5:7)
Karena akar dari segala kejahatan ialah cinta uang (1 Timotius 6:10)
iblis akan selalu berusaha menumbuhkan semak-semak ini di hati kita, tapi kita harus rajin menghilangkannya dari hati kita. Dengan cara apa? Dengan cara makin percaya pada Tuhan yang memelihara hidup kita, berserah kepadaNya, mengucap syukur meskipun belum mengerti. Percayalah, Dia gembala kita yang baik, kita tidak akan kekurangan (Mazmur 23:1)
Baca artikel tentang Tips mengucap syukur
Kita harus sadar bahwa hidup kita bukanlah milik kita lagi, tapi milik Kristus yang sudah menebus kita. Hidup kita adalah kesaksian tentang Tuhan yang hidup di dalam kita. Jadi ketika kita dalam kondisi diberkati Tuhan, kita tahu bahwa berkat itu bukan milik kita tapi milik Tuhan, kita hanyalah bendaharaNya, penyalurNya, tangan kananNya. Dengan demikian kita tidak terlena dengan kenikmatan dunia, tipu daya kekayaan, perhatian kita bisa tetap berpusat pada melakukan kehendak Tuhan, mengumpulkan harta di Sorga daripada di bumi.
4. tanah yang subur
tanah yang baik seperti orang yang mendengar Firman dan menerimanya dengan sungguh-sungguh, ia memahami Firman itu dalam hatinya sehingga bertumbuh dan menghasilkan buah. Tanah yang bebas dari bebatuan sehingga benih bisa berakar dalam. Tanah yang bebas dari semak duri sehingga benih bisa bertumbuh subur tanpa terganggu pertumbuhannya sampai akhirnya berbuah. .
~*~*~*~*~*~*
Terserah kepada kita masing-masing untuk menentukan prioritas dan melakukan apa yang menjadikan tanah kita baik dan panen kita berlimpah.
Satu langkah untuk hidup sehat dan sejahtera—bersama AFC Dari Jepang untuk Indonesia—AFC hadir untuk kesehatan dan peluang bisnis keluarga Anda.
Beauty Guide - Katalog Oriflame Indonesia Bulan Ini: Dapatkan penawaran skin care, fragrance, makeup, perawatan tubuh, dan produk-produk baru

No comments:
Post a Comment