02 July 2025

Hidup dalam identitas manusia baru

Dari sekian banyak sifat yang saya kenali dalam diri saya, dua sifat yang paling saya benci adalah marah dan males. Karena saya tahu saya dirugikan gara-gara itu dan saya tidak bisa mengubahnya, itu udah jadi identitas saya gitu lho hehe... Mau berusaha dan bertekad sekuat apapun, tidak mampu saya mengubahnya. Kalau pun berhasil, kalau bisa diibaratkan frekuensinya paling hanya sebutir pasir di lautan. Dan usaha saya itu membuat saya stress, tambah membenci diri sendiri, down sampai merasa berdosaaaa banget. 

Sampai suatu hari saya protes ke Tuhan. Tuhan, saya tahu bahwa marah dan males itu dosa banget. Saya tuh sudah berusaha untuk menghilangkannya tapi nggak mampu. Sudah menjadi refleks saya untuk merespon dengan marah ketika mengalami sesuatu. Namanya juga refleks tho, muncul langsung tanpa sempat berpikir. Contoh, anak saya jatuh kesandung, saya akan refleks memarahi dia alih-alih menanyakan apakah kamu baik-baik saja. Tapi kalau ke orang lain, nggak muncul refleks seperti itu. Jadi refleks marah yang seperti itu karena saya sayang sama anak saya. Aneh kan? But, i can't help it.

Ini nggak adil, Tuhan, kenapa Tuhan meminta saya untuk sabar dan rajin tapi kok Tuhan ngasih sifat marah dan males ke saya. Katanya saya diciptakan sempurna, sesuai dengan gambar dan rupa Allah tapi mana buktinya, kok saya gampang marah dan males. Saya merasa dipermainkan oleh Tuhan. 

Lalu ketika saya sudah tenang, Roh Kudus dengan lembut mengingatkan saya. Pada mulanya Allah memang menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Allah, penuh dengan kemuliaan Allah tapi Adam jatuh dalam dosa sehingga kehilangan kemuliaan Allah. Dampaknya adalah semua manusia yang lahir ke dunia, lahir dalam dosa, punya sifat-sifat dosa sejak lahir. 

Tapi, sekarang, Yesus sudah menjadi Adam terakhir, dan kita yang percaya diciptakan kembali dalam Kristus Yesus sehingga kita menjadi ciptaan baru, manusia baru, memiliki sifat Kristus di dalam kita. 

Karena kamu telah dilahirkan kembali kembali bukan dari benih yang fana, tetapi benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal (1 Petrus 1:23)

Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi, sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah (1 Yohanes 3:9) 

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya (Efesus 2:10)

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17) 

Kamu akan Kuberikan hati yang baru dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat (Yehezkiel 36:26)

Karena bersatu dengan Kristus, kalian sudah disunat, bukan dengan sunat yang dibuat oleh manusia, melainkan dengan sunat yang dibuat oleh Kristus, yang membebaskan kalian dari kuasa tabiat yang berdosa (Kolose 2:11 BIMK)

Karena kalian percaya kepada Kristus Yesus, maka kalian bersatu dengan Dia, dan oleh karena itu kalian menjadi anak-anak Allah. Kalian semuanya sudah dibaptis atas nama Kristus, jadi kalian sudah menerima pada diri kalian sifat-sifat Kristus sendiri. (Galatia 3:26-27 BIMK)

Kalian tahu apa yang sudah dibayarkan untuk membebaskan kalian dari kehidupan yang sia-sia yang diwariskan oleh nenek moyangmu. Bayarannya bukanlah sesuatu yang bisa rusak seperti perak atau emas. (1 Petrus 1:18 BIMK)  

Wow, puji Tuhan, ini artinya saya sudah memiliki roh yang baru, yang bersatu dengan Kristus, dan saya sudah memiliki sifat-sifat Kristus, meskipun belum kelihatan. Roh kan memang tidak kelihatan seperti tubuh fisik, tidak bisa dirasakan seperti pikiran atau perasaan, sehingga apa yang terjadi di roh kita, kita ketahui dari Firman Allah. Saya dibenarkan karena darah Kristus, bukan karena perbuatan saya. Sekarang Identitas saya adalah orang benar di dalam Kristus, bukan orang berdosa lagi. 

Sejak itu, saya mulai rajin mengakui bahwa saya adalah orang benar di dalam Kristus. Dan ajaibnya, saya melihat perubahan terjadi dalam diri saya. Saya berubah jadi sabar dan rajin, tanpa usaha yang keras dan membuat stress seperti yang dulu saya rasakan. Sifat Kristus itu dengan sendirinya mengalir keluar.

manusia baru

 

Pernah suatu subuh, plafon rumah saya jebol karena ada kucing anak saya berantem dengan kucing asing. Biasanya saya akan langsung marah-marah ke anak saya, akan mengancam untuk membuang kucing itu, dan kemudian dengan terpaksa membersihkan bekas-bekas plafon sambil marah. Malah mungkin saya akan langsung bangunkan anak saya yang masih tidur untuk segera membereskan segala kekacauan itu. Pokoknya refleks marah dan lampiaskan tanpa tedeng aling-aling. 

Tapi saat itu bukan itu yang terjadi. Saya malah tertawa lucu, sama sekali tidak merasa marah dan dengan rajin (maksudnya segera nggak ditunda) dan gembira membersihkan segala kekacauan di rumah akibat plafon jebol itu. Si kucing punya anak saya, saya elus-elus, kasih makan sambil dinasihatkan jangan berantem ya. Anak saya masih tidur dan baru tahu setelah dia bangun, kondisi rumah sudah bersih, hanya tersisa plafon bolong aja di atas area dapur. 

Ketika saya merasa malas beberes rumah, saya biasakan untuk confess, saya orang benar di dalam Kristus. Dan itu berhasil mengubah malas saya jadi rajin, ngedadak jadi rajin tanpa memaksa diri sendiri, effortless change. Tingkat kerajinannya pun berbeda dengan tingkat kerajinan yang biasanya saya rencanakan dan paksakan. Ah pokoknya menyenangkan sekali.

Mungkin buat orang lain aneh ya, masa sih tanggung jawab ngeberesin rumah aja sampai segitu 'dramanya', kan udah dewasa, udah jadi ibu, masa masih bergumul dengan malas beberes rumah. Iya emang, itulah saya, saya masih bergumul dengan malas beberes rumah. Bukannya harusnya udah jadi kebiasaan ya. Nggak tuh haha...itulah saya. 

Makna dari menghidupi manusia baru adalah dengan mengakui identitas baru kita di dalam Kristus meskipun belum terlihat perubahannya secara kasat mata. Kita yang sudah percaya Yesus adalah orang benar, bukan karena perbuatan kita sudah benar tapi karena kita sudah ditebus dan dibenarkan oleh darah Kristus. Kita menjadi manusia baru bukan karena perbuatan kita sudah berubah tapi karena roh di dalam kita sudah baru. Roh kita yang tadinya mati, sekarang sudah hidup oleh karena salib Kristus. Dan kebenaran itulah yang mengalirkan perubahan-perubahan di hidup kita. Perubahan itu terjadi dari dalam ke luar. 

Setelah mengakui identitas baru kita, jalani kehidupan dengan dituntun Roh Kudus, jangan lagi dengan membuat standar atau patokan seolah-olah kebenaran kita ditentukan dari keberhasilan kita memenuhi standar atau patokan itu

Karena Allahlah yang memberikan keinginan bahkan kemampuan kepada kita masing-masing untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hatiNya (Filipi 2:13 TSIE)   

Setiap hari dalam saat teduh saya selalu bersyukur karena anugerah kebenaran ini. Saya mengakui kebenaran Allah di dalam diri saya karena saya menghormati dan menghargai perbuatan Kristus yang sudah menebus saya. Dia sudah menebus saya dengan darahNya yang mahal supaya saya jadi orang benar di dalam Dia, masa saya masih bilang bahwa saya manusia berdosa? Meskipun perbuatan saya belum seratus persen benar lho tapi tetap saya bukan orang berdosa karena saya sudah menjadi milik Kristus. 

Kita tidak bisa hidup berlawanan dari yang kita percayai. Ketika kita menyadari siapa diri kita maka kita akan menjadi seperti yang kita percayai. Sebuah label (identitas) sangat mempengaruhi kehidupan kita, identitas bukan hanya sebuah tanda melainkan juga sebuah pengendali yang sangat kuat. Lihatlah para atlet yang sering memenangkan kejuaraan, pelatih mereka melatih mereka dengan memberi label kamu pemenang, kamu juara, kamu bisa. Rasa-rasanya nggak ada pelatih yang melakukan kebalikannya deh.    

Makanya saat saya disadarkan kebenaran Firman ini, saya sangatttt bersyukur sekali. Akhirnya saya bisa bebas dari sifat ngeselin ini. Bener-bener anugrah buat saya.    


Satu langkah untuk hidup sehat dan sejahtera—bersama AFC: Dari Jepang untuk Indonesia—AFC hadir untuk kesehatan dan peluang bisnis keluarga Anda.

Beauty Guide - Katalog Oriflame Indonesia Bulan Ini: Dapatkan penawaran skin care, fragrance, makeup, perawatan tubuh, dan produk-produk terbaru dari Oriflame.

No comments:

Post a Comment