Lumayan produktif baca bukunya kali ini sampai bisa selesai 3 buku dalam 2 minggu.
💓More Grace More Favor oleh Andrew Wommack,
💓Life Without Standard oleh Hatta Halimas, dan
💓Takut akan Tuhan oleh John Bevere
More Grace More Favor, membahas tentang kerendahan hati yang sejati di hadapan Tuhan dan manusia. Menarik sekali bahasannya.
Kerendahan hati yang sejati tidak memiliki pendapat tentang diri sendiri, ia hanya berusaha memuliakan Tuhan.
Jika Tuhan telah memberi suara yang bagus, kerendahan hati yang sejati akan menghormati karunia itu. Kerendahan hati itu tidak meninggikan diri sendiri dan juga tidak merendahkan diri sendiri. Kerendahan hati tidak akan menyangkal apa yang Tuhan telah berikan dan juga tidak akan menyangkal apa yang Tuhan lakukan melalui karuniaNya.
1 Korintus 4:7 "Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?"
Semua yang kita miliki berasal dari Tuhan. Kerendahan hati mengakui ini.
Jika kita tidak tahu bahaya dan kelicinan kesombongan, kita tidak bisa menolaknya. Kerendahan hati yang sejati tidak berfokus pada diri sendiri, melainkan berserah pada Tuhan, menempatkan kehendakNya dan kesejahteraan orang lain di atas dirinya sendiri.
Orang yang sombong akan terlalu peduli dengan apa yang mungkin dipikirkan orang lain. Mereka akan mencoba menangkis penghormatan itu dengan menghina diri sendiri. Kerendahan hati yang sejati tidak mempromosikan atau menghina diri sendiri, melainkan setuju dengan Tuhan dan tunduk pada otoritas FirmanNya.
Takut akan Tuhan membahas tentang anugerah Allah yang disalah artikan oleh kebanyakan orang. Anugerah Allah dan takut akan Allah haruslah seimbang karena jika berat sebelah maka hasilnya adalah kesalahan. Di 2 Timotius 3:1-4 Paulus menulis tentang kondisi manusia sekarang ini. Kebenaran yang menyedihkan adalah Paulus sedang menerangkan kondisi gereja, bukan tentang masyarakat karena dia berkata "Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya"
Anugerah Allah tidak didapatkan dengan usaha kita, dan anugerah memang menutupi - tetapi tidak seperti yang sering kita dengar. Itu bukan suatu pernyataan minta maaf tetapi pemberian kuasa. Kesalahpahaman ini merasuk ke dalam pola pikir kita sampai kita merasakan kebebasan penuh untuk tidak mentaati Allah apabila membuat kita merasa tidak nyaman atau merugikan kita. Bahkan ketika kita melakukan dosa, kita meyakinkan diri kita dan menenangkan hati nurani kita dengan berpikir Anugerah Allah akan menutupi ini karena Dia mengasihi saya dan mengerti betapa sulitnya hidup ini. Dia menginginkan saya bahagia, tidak peduli berapa harga yang harus dibayar.
Walau anugerah menutupi, itu tidak sekedar ditutupi. Anugerah bekerja jauh lebih dari itu. Anugerah memungkinkan dan memberikan kita kuasa untuk hidup kudus dan taat kepada otoritas Allah. Tidaklah mungkin untuk hidup dengan kekuatan kita sendiri sesuai dengan standar Kerajaan Allah karena semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Tak seorangpun dari kita yang akan dapat berdiri di hadapan Allah dan menyatakan bahwa pekerjaan kita, perbuatan baik, atau hidup yang baik memberikan kita hak untuk mendiami KerajaanNya.
Jawaban Allah untuk kelemahan kita adalah anugerah keselamatan melalui kasih karuniaNya, anugerah yang tidak dapat diusahakan untuk mendapatkannya. Banyak orang gereja mengerti hal ini, namun kita gagal menekankan kuasa anugerah yang tidak hanya menebus dosa kita, tetapi juga telah memberikan kemampuan hidup kepada kita dengan cara yang sama sekali berbeda.
Anugerah ini tidak hanya membagikan keinginan untuk hidup taat, tetapi juga kemampuan untuk melakukannya
Life Without Standard Kolose 3:9-10 "Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbarui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya:"
Itu artinya pribadi Kristus menjadi pribadi kita, kekekalanNya menjadi kekekalan kita, hal tersebut tidak dapat mengembalikan kita kepada keadaan kita semula. Ciptaan baru dalam diri kita tidak akan pernah menjadi yang lama kembali, tidak dapat usang dan bersifat kekal. Kita akan terus menerus diperbarui olehNya setiap saat.
Ibrani 10:14 "Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan"
Identitas yang ditawarkan Kristus adalah identitas yang hanya bergantung pada pekerjaanNya yang sempurna dan kasihNya yang tak berubah, itu bukan identitas yang bergantung pada diri kita sendiri. Ciptaan baru yang kita miliki di dalam diri kita sudah disempurnakan dan tidak dikendalikan oleh waktu.
Kita tidak bisa hidup berlawanan dari yang kita percayai. Ketika kita menyadari siapa diri kita maka kita akan menjadi seperti yang kita percayai. Sebuah label sangat mempengaruhi kehidupan kita, identitas bukan hanya sebuah tanda melainkan juga sebuah pengendali yang sangat kuat.
Satu langkah untuk hidup sehat dan sejahtera—bersama AFC: Dari Jepang untuk Indonesia—AFC hadir untuk kesehatan dan peluang bisnis keluarga Anda.
Beauty Guide - Katalog Oriflame Indonesia Bulan Ini: Dapatkan penawaran skin care, fragrance, makeup, perawatan tubuh, dan produk-produk terbaru dari Oriflame.
No comments:
Post a Comment