dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tanganKu (Yohanes 10:28)
Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu, dan barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang (Yohanes 6:37)
Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milikNya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita (2 Korintus 1:22, Efesus 1:13, Efesus 4:30)
Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaanNya (Yudas 1:24)
Hanya Allahlah satu-satunya yang berkuasa dan sanggup menjaga mereka supaya jangan jatuh, serta membuat mereka layak masuk dengan sukacita ke hadapan kemuliaanNya tanpa noda dosa sedikit pun (Yudas 1:24 TSIE)
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus (Roma 8:1)
Tidak hanya itu saja, Darah Yesus tidak hanya menghapuskan dosa kita dan memindahkan kita dari neraka ke Sorga doang seperti tiket masuk ke Sorga. Dia memberikan bekal untuk kita selama kita menjalani kehidupan di bumi ini. Menjalani iman kristen itu butuh kuasa karena standar hidup kita adalah Kristus. Kamu pikir kamu bisa hidup sesempurna Kristus 24 jam seumur hidup kita? No way! Tidak ada dosa besar dosa kecil, semua dosa sama di mata Tuhan.
tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya (Yohanes 1:12)
Allahlah yang memberikan keinginan bahkan kemampuan kepada kita masing-masing untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hatiNya (Filipi 2:13 TSIE)
kita diberi hati yang baru, hati yang taat supaya kita hidup menurut segala ketetapan dan peraturan Tuhan dengan setia (Yehezkiel 11:19-20)
kita sudah dibaptis atas nama Kristus, jadi kita sudah menerima sifat-sifat Kristus sendiri (Galatia 3:27 BIMK)
Lalu setelah selamat, hidup kita terjamin, nggak perlu menjaga apa-apa lagi dong. Tuhan itu ajaib dan mulia dalam segala rancangan dan perbuatanNya. Setelah kita menjadi milikNya, kita disiapkan jalan hidup yang mulia dan agung sehingga kita disebut orang yang bijaksana dan berbahagia ketika berjalan di jalan Tuhan. Dia sediakan upah yang manis di Sorga nanti bahkan di kehidupan sekarang juga.
Setiap orang yang mendengar ajaranKu dan melakukannya ibarat orang bijak yang membangun rumah di atas batu yang padat dan sangat besar sebagai fondasinya (Matius 7:24 TSIE)
Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Lukas 11:28)
Orang yang meremehkan ajaran Tuhan, mencelakakan dirinya, orang yang taat kepada hukum Allah akan mendapat upahnya (Amsal 13:13 BIMK)
Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini. "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka" (Wahyu 14:13) Seluruh kerja keras mereka dalam melayani Tuhan Yesus akan menghasilkan upah yang manis (TSIE)
Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang (1 Timotius 4:8) ibadat membawa berkat bagi hidup sekarang ini dan hidup yang akan datang (1 Timotius 4:8 VMD)
Sebenarnya, setiap pengikutKu akan diuji dengan kesusahan yang rasanya seperti panas api, tetapi setiap pengurbanan mereka akan menghasilkan dampat baik, seperti garam memberi rasa pada daging kurban yang dibakar di mezbah Tuhan (Markus 9:49 TSIE)
Ketika merenungkan semua ayat itu, rasanya Tuhan memberi jaminan ke kita, tidak usah ragu berjalan di jalanKu, tidak usah takut berkorban, beribadah, bayar harga, pikul salib, karena kita bakal menikmati upah. Pikiran kita yang terpaku hanya pada dosa dan keselamatan jadi membatasi kita, membuat kita kehilangan upah, rasa bahagia, hasil yang baik.
Itulah tipu muslihat iblis, dia terus menghakimi dosa dan kegagalan kita, membuat kita fokus pada perbuatan kita dalam menjaga keselamatan karena mengira keselamatan bisa hilang kalau kita berdosa (pola pikir hukum Taurat, dasarnya perbuatan kita bukan anugerah Tuhan lagi). Kita merasa beban kita berat, tidak bisa menikmati persekutuan yang asik dengan Tuhan, dikejar-kejar rasa bersalah, tidak bahagia.
Atau sebaliknya pola pikir 'hyper grace', seolah-olah anugerah Tuhan itu license to sin, nggak masalah berdosa, gagal, toh semua dosa sudah ditebus. Kita jadi mudah menyerah dengan godaan, senang dengan hidup duniawi, dan tanpa sadar kesempatan kita untuk memperoleh upah jadi hilang.
puji Tuhan, Tuhan menyelamatkan kita benar-benar murni berdasarkan anugerahNya, karya salib Yesus. Apapun perbuatan kita tidak bisa menyelamatkan kita juga tidak bisa membatalkan keselamatan kita. Haleluya!
No comments:
Post a Comment