dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tanganKu (Yohanes 10:28)
Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu, dan barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang (Yohanes 6:37)
Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milikNya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita (2 Korintus 1:22, Efesus 1:13, Efesus 4:30)
Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaanNya (Yudas 1:24)
Hanya Allahlah satu-satunya yang berkuasa dan sanggup menjaga mereka supaya jangan jatuh, serta membuat mereka layak masuk dengan sukacita ke hadapan kemuliaanNya tanpa noda dosa sedikit pun (Yudas 1:24 TSIE)
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus (Roma 8:1)
Pada waktu Allah menciptakan Adam, Allah rindu mencurahkan kasihNya, manusia adalah tempat Dia mencurahkan kasihNya. Dia menginginkan hubungan dengan manusia, tapi hubungan itu menjadi rusak karena dosa. Ketika manusia jatuh dalam dosa, statusnya berubah menjadi milik si jahat, bukan lagi milik Allah. Hati manusia mati, tidak ada kehidupan, menjadi gelap, tidak ada terang disana. Manusia berusaha untuk hidup benar tapi tidak berdaya karena hati manusia kotor, fasik, yang dihasilkan dari hati yang kotor dan fasik ya kotor, jahat, tidak benar, kematian. Dosa memisahkan masusia dari Allah, menghancurkan manusia, menjerat manusia kepada kebinasaan.
Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri (Amsal 5:22)
Bayangkan sebuah sumur berisi lumpur, kotor bau lengket dan lumpur itu pelan-pelan menghisap semua benda yang ada di dalamnya. Kita terjatuh ke dalam sumur itu dan pelan-pelan kita terhisap masuk lebih dalam. Semakin kita bergerak ingin keluar dari lumpur itu, justru semakin cepat kita terhisap ke dalamnya. Seperti itulah dosa. Tak ada yang dapat kita lakukan untuk bisa menyelamatkan diri kita sendiri. Kita hanya bisa mengharapkan ada seseorang yang menarik kita keluar dari sumur lumpur itu, menyelamatkan kita. Seseorang itu adalah Yesus.
Sebuah tali dilemparkan dan kita menangkap tali itu, memegangnya kuat-kuat dan seseorang di atas sana menarik kita keluar dari sumur lumpur itu. Kita pun berhasil dikeluarkan, selamat dari kematian. Tapi tubuh kita masih penuh lumpur, lengket dan kita susah menggerakkan tangan kita. Penyelamat kita lalu membersihkan semua lumpur yang melekat di tubuh kita sampai bersih.Itulah yang dilakukan Yesus, darahNya menyucikan kita dari dosa, kita dibebaskan dari dosa.
kita diberi hati yang baru, hati yang taat supaya kita hidup menurut segala ketetapan dan peraturan Tuhan dengan setia (Yehezkiel 11:19-20)
tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya (Yohanes 1:12)
Allahlah yang memberikan keinginan bahkan kemampuan kepada kita masing-masing untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hatiNya (Filipi 2:13 TSIE)
kita sudah dibaptis atas nama Kristus, jadi kita sudah menerima sifat-sifat Kristus sendiri (Galatia 3:27 BIMK)
Lalu setelah selamat, hidup kita terjamin, nggak perlu menjaga apa-apa lagi dong kalau begitu. Apakah setelah kita keluar dari sumur lumpur itu, kita masih mau masuk ke situ lagi? Penyelamat kita berjanji untuk tidak meninggalkan kita dan berjanji akan melemparkan tali lagi untuk menarik kita. Masih mau masuk ke sumur lumpur itu lagi? Tentu saja tidak! Tidak ada yang betah tinggal di dalam sumur lumpur bau lengket. Lebih baik tinggal di luar sumur dengan tubuh bersih.
Tuhan itu ajaib dan mulia dalam segala rancangan dan perbuatanNya. Setelah kita menjadi milikNya, kita disiapkan jalan hidup yang mulia dan agung sehingga kita disebut orang yang bijaksana dan berbahagia ketika berjalan di jalan Tuhan. Dia sediakan upah yang manis di Sorga nanti bahkan di kehidupan sekarang juga.
Setiap orang yang mendengar ajaranKu dan melakukannya ibarat orang bijak yang membangun rumah di atas batu yang padat dan sangat besar sebagai fondasinya (Matius 7:24 TSIE)
Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya (Lukas 11:28)
Orang yang meremehkan ajaran Tuhan, mencelakakan dirinya, orang yang taat kepada hukum Allah akan mendapat upahnya (Amsal 13:13 BIMK)
Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini. "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka" (Wahyu 14:13) Seluruh kerja keras mereka dalam melayani Tuhan Yesus akan menghasilkan upah yang manis (TSIE)
Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadat itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang (1 Timotius 4:8) ibadat membawa berkat bagi hidup sekarang ini dan hidup yang akan datang (1 Timotius 4:8 VMD)
Sebenarnya, setiap pengikutKu akan diuji dengan kesusahan yang rasanya seperti panas api, tetapi setiap pengurbanan mereka akan menghasilkan dampak baik, seperti garam memberi rasa pada daging kurban yang dibakar di mezbah Tuhan (Markus 9:49 TSIE)
Ketika merenungkan semua ayat itu, rasanya Tuhan memberi jaminan ke kita, tidak usah ragu berjalan di jalanKu, tidak usah takut berkorban, beribadah, bayar harga, pikul salib, karena kita bakal menikmati upah. Pikiran kita yang terpaku hanya pada dosa dan keselamatan jadi membatasi kita, membuat kita kehilangan upah, rasa bahagia, hasil yang baik.
Itulah tipu muslihat iblis, dia terus menghakimi dosa dan kegagalan kita, membuat kita fokus pada perbuatan kita dalam menjaga keselamatan karena mengira keselamatan bisa hilang kalau kita berdosa (pola pikir hukum Taurat, dasarnya perbuatan kita bukan anugerah Tuhan lagi). Kita merasa beban kita berat, tidak bisa menikmati persekutuan yang asik dengan Tuhan, dikejar-kejar rasa bersalah, tidak bahagia.
Atau sebaliknya pola pikir 'hyper grace', seolah-olah anugerah Tuhan itu license to sin, nggak masalah berdosa, gagal, toh semua dosa sudah ditebus. Kita jadi mudah menyerah dengan godaan, senang dengan hidup duniawi, dan tanpa sadar kesempatan kita untuk memperoleh upah jadi hilang.
puji Tuhan, Tuhan menyelamatkan kita benar-benar murni berdasarkan anugerahNya, karya salib Yesus. Apapun perbuatan kita tidak bisa menyelamatkan kita juga tidak bisa membatalkan keselamatan kita. Haleluya!
Allah menyelamatkan kita untuk memiliki kita kembali, supaya bisa berhubungan lagi dengan kita. Status kepemilikianNya itu kekal, Dia memeteraikan tanda milikNya atas kita (2 Korintus 1:22, Efesus 1:13, Efesus 4:30). Seandainya kita gagal, kita tetap milikNya. Ibarat seorang anak yang gagal mematuhi didikan orang tuanya, apakah anak itu langsung diusir dari rumah, putus hubungan orang tua dan anak? Tentu saja tidak.
Kita harus berhenti melihat dosa sebagai sebuah gunting yang sanggup memutus tali hubungan kita dengan Allah. Tali hubungan kita dengan Allah sangat kuat, tidak ada satupun gunting atau benda apapun di dunia ini yang dapat memutuskannya. Tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Allah, termasuk dosa.
Jangan hanya mengakui kasihNya hanya di saat Dia menghapus dosa kita saja. KasihNya jauh lebih besar daripada itu. Kita harus semakin mengerti kasih Allah bagi kita.
Alihkan fokus kita untuk mengejar upah, pada betapa menguntungkannya jalan Allah yang disediakan pada kita. Seperti seorang anak yang percaya pada orang tuanya dan mau taat mengikuti didikan orang tuanya. Orang tua yang benar pasti akan mendidik anaknya untuk kebaikan anak itu sendiri, bukan mencelakakannya.
No comments:
Post a Comment